Terkadang, kita, saya dan anda, mudah sekali untuk mengkritik bagaimana seharusnya orangtua kita bertindak dalam kondisi A, bagaimana dalam kondisi B, dan seterusnya. Menilai dan mengkritik sesuatu di luar diri kita memang lebih mudah ketimbang melakukan "hal" itu saat kita di posisi itu. Itu manusiawi. Sampai sekarang, saya masih orang seperti itu. Bagaimana dengan Anda? Saya menulis post ini saat saya berada dalam keadaan sangat mencintai kedua orangtua saya, bukan saat saya sedang kesal dengan mereka. artinya, saya dalam keadaan yang bersyukur.
Saya hanya ingin menuangkan apa yang ada dalam pikiran saya, mungkin lebih tepat disebut rencana saya, ketika saya menjadi orangtua. :)
Mari mulai dari sebelum janin itu ada! (hehehe)
Saat saya menikah nanti dan saya sudah dalam keadaan mapan (memiliki rumah dan tabungan serta pekerjaan yang menjanjikan), saya akan merencanakan kehamilan. ketika itulah, saya harus mulai mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi dan sehat, terutama mengonsumsi mineral-mineral yang dibutuhkan untuk pembentukan dan pertumbuhan janin sehingga anak saya bisa lahir dengan normal dan dia tidak menderita.
ketika saya dalam masa hamil, saya akan berolahraga lebih teratur dan makan makanan yang sehat. setiap malam, saya akan membacakan cerita untuk jiwa dalam kandungan saya sehingga nantinya mungkin jiwa itu akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah menyimak. saya juga ingin lebih banyak menulis dan mendengarkan lagu sehingga jiwa itu nantinya mungkin dapat menjadi pribadi yang mudah mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya dan mungkin...bisa mempunyai bakat musik. saya akan fokus menjaga kandungan walaupun dalam kondisi tetap aktif bekerja.
saat anak saya sudah lahir, saya akan mendidiknya dengan baik. saat ia belum mengerti hal-hal di dunia ini, saya akan melimpahinya dengan kasih sayang dan kelembutan, senantiasa mengajaknya berkomunikasi, meluangkan waktu di akhir minggu, tetapi saya tidak ingin mengenalkan ia pada hal-hal gemerlap. saya ingin ia bisa belajar lebih dalam pada alam sehingga kreativitasnya dapat lebih terasa.
selanjutnya, saya akan mengikutkan ia pada satu kursus kesenian, satu kursus olahraga, satu kursus bahasa selain bahasa inggris. jika ia meminta lebih dan saya sanggup, akan saya penuhi. tak lupa, saya juga akan mengajarkannya pola makan yang sehat sehingga ia bisa memiliki badan yang ideal.
saya ingin membebaskannya dalam memilih "jalur hidup" selama jalur itu masih "baik"
wah.. ternyata merencanakan saja sulit ya, apalagi nanti saat benar menjadi orangtua? hm... di akhir cerita ini, saya sampai pada kesimpulan bahwa menjadi orangtua tidaklah semudah yang pernah saya bayangkan. banyak hal-hal detail yang mungkin dapat terlupa, terlebih saat aktivitas sebagai orangtua dipadukan dengan tugas sebagai umat manusia yang lain. pasti akan terasa berat.
akhirnya lagi, saya sampai pada titik mensyukuri orangtua yang telah Tuhan berikan pada saya. tanpa mereka mungkin saya lebih buruk daripada saya yang sudah buruk ini, :D
I love you parents!
wah.. ternyata merencanakan saja sulit ya, apalagi nanti saat benar menjadi orangtua? hm... di akhir cerita ini, saya sampai pada kesimpulan bahwa menjadi orangtua tidaklah semudah yang pernah saya bayangkan. banyak hal-hal detail yang mungkin dapat terlupa, terlebih saat aktivitas sebagai orangtua dipadukan dengan tugas sebagai umat manusia yang lain. pasti akan terasa berat.
akhirnya lagi, saya sampai pada titik mensyukuri orangtua yang telah Tuhan berikan pada saya. tanpa mereka mungkin saya lebih buruk daripada saya yang sudah buruk ini, :D
I love you parents!
SM

wahhh . .inah, udah ngebayangin kalo jadi orang tua ya?!
BalasHapusehemmm . .