Tentang Diriku

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia

Selasa, Juni 29, 2010

Sesuatu yang Membingungkan

Bangsaku sedang disibukkan dengan berbagai masalah di negeri ini. Kasus Bank Century, video porno mirip artis, tabung gas, temu kangen ex-PKI, dan masih banyak lagi masalah-masalah lampau yang belum tuntas terselesaikan.
Adanya tulisan sederhana ini bukan untuk menghakimi siapapun tetapi hanya sebuah bentuk kebingungan seseorang yang bodoh.
Menurut sudut pandang saya, bangsaku bukanlah lagi berisi orang-orang bodoh yang mau menuruti apa yang ada di hadapannya. Bukan lagi orang-orang yang bisa "disuapi". Semua orang sudah sangat bebas menyampaikan pendapatnya dan ketidaksetujuannya akan suatu hal dengan sangat frontal. Namun, kadang saya sangat menyesalkan beberapa orang yang menyatakan ketidaksetujuannya dengan cara menghakimi orang lain dan tidak mau berusaha melihat dari sudut pandang orang lain. Jika pendapatnya berbeda dengan orang lain, lantas dengan membabi buta, ia akan memojokkan orang lain dan menghakiminya.
Aturan dan agama. Kadang kedua hal tersebut juga menjadi pemicu sebuah perpecahan di dalam bangsaku bukan sebagai sarana pemersatu. Ada sekelompok orang yang mengatasnamakan sebuah agama lalu mulai betindak sewenang-wenang kepada orang lain hanya karena "tidak sesuai dengan agamanya:". Apakah mereka tidak bisa melihat dari sudut pandang lain? Rasanya, sudah ada pihak yang lebih berwenang untuk menindaklanjuti segala hal yang memang tidak sesuai dengan yang "seharusnya" itu. Saya merasa "kevokalan" bangsaku sudah melewati batas.
Apa yang sebenarnya terjadi pada bangsaku? Semakin tua usianya, tetapi semakin seperti anak kecil yang baru lahir. Harus mulai dari mana untuk membenahi bangsa ini? Aturannya atau manusianya?

"If we have no peace, it is because we have forgotten that we belong to each other."
(Mother Teresa)

1 komentar:

  1. bangsa manakah yang dirimu maksudkan? tanah kelahiranmu atau tanah air nenek moyangmu?

    BalasHapus