Tentang Diriku

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia

Selasa, Mei 18, 2010

Bercermin kembali?

Pernahkah Anda merasa terpojokkan pada situasi yang benar2 tidak enak?
ya,itulah yang sedang saya rasakan. hmm... kadang2 bertanya mengapa manusia seringkali mempersalahkan orang lain seakan-akan orang tersebut tidak pernah melakukan hal baik kepada dirinya? itu sebenarnya juga pernah saya lakukan pada orang lain yang sedang saya kesali.
Sulit sekali untuk memaklumi tindakan orang lain yang mungkin memang tidak berkenan di hati saya. Mungkin orang lain pun mengalami hal serupa saat menghadapi tingkah laku saya yang egois dan tidak ingin kalah. Akan tetapi, bisa saja kan jika tingkah laku dan tindakan tidak mengenakan itu memang tidak kita sengaja? Bisa saja kan jika hal itu juga muncul karena kita sudah sering memendam kesal dan rasa ingin memberontak?
Setelah saya mengenal seseorang, saya merasa ada yang salah dengan sudut pandang saya dalam menilai perilaku saya pribadi dan dirinya ketika kami berdua sedang berinteraksi. Ketika berinteraksi dengan dirinya, banyak sekali perilaku saya yang ternyata membuatnya tidak berkenan padahal saya pribadi merasa sudah mlakukan yang seharusnya. Banyak hal yang mengubah saya tetapi ternyata itu belum terwujud dalam tindakan nyata saya sehingga ia masih merasa saya sangat egois kepadanya dan ingin menang sendiri. Saya ingin sekali membenahi diri sehingga menjadi sosok yang memang benar-benar sempurna untuknya dan membuatnya merasa nyaman ketika bersama dengan saya tetapi entah apa yang membuat saya begitu bebal. Melalui dialah saya sadar bahwa saya adalah orang yang paling tidak peka selama ini padahal selama ini saya merasa selama ini sudah sangat peka dengan lingkungan di mana saya berada. Kadang, ketika bersamanya juga saya merasa menjadi orang paling cacat di dunia ini. Pendapat saya menjadi begitu tidak berarti dan saya sering sekali melakukan kesalahan dan membuatny kesal. Kadang kata-katanya pedas sampai membuat hati saya merasa teriris mendengarnya, pedas sekali karena saya yang sekasar ini tidak pernah terpikir untuk mengatakannya kepada orang lain.
Namun, sesakit hati apapun saya dan bagaimanapun saya merasa terpojok, saya tetap berusaha untuk terus bercermin dan membeahi diri sehingga dapat sembuh dari "kecacatan" saya dan sempurna untuk dirinya karena saya tahu ia menginginkan yang terbaik untuk saya.
\(^o^)/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar